Sabtu, 28 September 2013

Belajar Melukis - Keunggulan Belajar Melukis Bagi Anak-anak



Bagi anak- anak, melukis bukan sekedar keterampilan yang perlu diasah untuk menunjang mata pelajaran tertentu di sekolah. Melukis adalah seni yang membuka potensi otak kanan anak menjadi lebih kreatif dan inovatif. Belajar melukis membuat seorang anak berlatih untuk menjadi kreator dan inovator, bukan sekedar mengandalkan otak kiri yang lebih bersifat intelektualitas. Apalagi di zaman sekarang ini, lukisan merupakan karya seni yang bisa bernilai jutaan rupiah. Bahkan tidak sedikit yang menjadikan lukisan sebagai investasi, seperti artis era 1990an Anjasmara. Suami dari Dian Nitami ini sering pergi ke galeri, membeli lukisan, dan menjualnya lagi beberapa tahun kemudian.

Untuk belajar melukis, hal pertama yang dibutuhkan adalah kemauan. Sebab tanpa kemauan, anak akan sulit melukis karena dibutuhkan niat yang kuat terlebih dahulu sebelum berbicara masalah teknis. Cara memegang kuas, memilih warna, merekam alam lalu memproyeksikan dalam kanvas merupakan hal yang bisa dipelajari, sementara keinginan yang kuat harus diarahkan dan ditumbuhkan dari dalam diri anak tersebut. Kisah nama-nama pelukis terkenal bisa dijadikan alat untuk menumbuh motivasi.

Belajar melukis juga membutuhkan konsistensi. Sebagaimana bidang lainnya, seseorang harus terus berlatih setiap hari sehingga semakin lama semakin mahir. Persis seperti para atlet yang bertanding, biasanya mereka membutuhkan ratusan hingga ribuan jam terbang sebelum akhirnya berhasil meraih medali emas. Demikian pula dengan seni lukis yang tidak cukup hanya satu dua kali datang lalu berhasil, tetap dibutuhkan latihan dan kesabaran yang panjang. Apalagi jika memang anak tersebut sangat memiliki ketertarikan di bidang ini.

Melukis bisa menyeimbangkan kemampuan otak anak. Para jenius di dunia rata-rata senang melukis, sebut saja seperti Albert Einstein. Bahkan Presiden pertama RI Soekarno pun suka melukis. Kreatifitas memang harus dilatih sejak dini melalui seni ini. Belajar melukis adalah salah satu cara bagaimana kita mendidik anak untuk menjadi seorang yang inovatif. Bukankah menjadi kebanggaan orang tua apabila kelak ketika anak menjadi dewasa, ia tidak saja dikenal sebagai seorang intelektual yang mumpuni, namun juga seorang kreator yang bisa menciptakan solusi-solusi terhadap masalah masyarakat.

0 komentar: