Kamis, 05 September 2013

BELAJAR GAMBAR ANAK

Anak usia 4 tahun sudah mulai dilatih untuk belajar gambar. Pada usia tersebut, otot motorik halus anak sedang tumbuh, sehingga perlu mendapatkan rangsangan melatih perkembangan otot motorik halusnya, salah satunya dengan menggambar.

Bila anda mempunyai anak balita usia 4 tahun dan bingung bagaimana cara merangsang anak untuk belajar gambar, barangkali tips dibawah ini bisa membantu :

1.       Mendongeng

Mendongeng bukan hanya sangat bermanfaat bagi perkembangan otak anak, tetapi juga bisa menjadi jalan untuk merangsang belajar gambar anak. Cara mendongeng yang dapat merangsang belajar gambar anak adalah dengan menyampaikan dongeng secara deskriptif, yaitu menjelaskan dengan detail mengenai isi dongeng tersebut. Misalnya, apabila kita mendongeng dengan tema binatang jerapah, kita deskripsikan secara jelas kepada anak kita bagaimana bentuk jerapah. Gambar yang ada di dalam buku dongeng bisa membantu kita mendeskripsikan kepada anak-anak. Sambil kita menunjuk ke arah gambar jerapah tersebut, kita merangsang imajinasi anak untuk menggambar bentuk jerapah, bisa dicoba dengan kalimat seperti berikut : “Jerapah adalah binatang yang mempunyai leher yang sangat panjang, badannya tinggi dengan kaki yang juga tinggi, sehingga jerapah terlihat lebih tinggi daripada teman-teman hewan yang lainnya.”

2.       Menggambar pola sederhana

Cara merangsang belajar gambar anak juga bisa dengan memancingnya untuk membuat pola bentuk sederhana yang bisa diikuti anak kita. Misalnya bentuk lingkaran kecil dan lingkaran besar. Selain itu kita juga bisa merangsang dengan membuat pola garis lurus atau garis lengkung. Biarkan anak memperhatikan pola sederhana yang kita buat, perhatiannya adalah tanda bahwa dia menyerap apa yang akan dia gambar. Bila anak sudah terangsang untuk menggambar bentuk yang kita buat, ajarkan juga dia nama-nama bentuk tersebut.

3.       Memperlihatkan gambar-gambar kartun yang cerah dan mencolok


Tips ketiga untuk merangsang belajar gambar anak adalah dengan memperlihatkan gambar-gambar kartun dengan warna yang cerah dan mencolok kepada anak kita. Permainan warna yang cerah pada karakter kartun akan mencuri perhatian anak kita lalu merangsangnya untuk menggoreskan pensil mengikuti bentuk karakter kartun yang sering dilihatnya.