Sabtu, 05 Oktober 2013

Tahapan Belajar di Tempat Kursus Gambar



Menggambar adalah seni memvisualisasikan apa yang tampak ke dalam kertas. Banyak kursus gambar yang mengajarkan pesertanya dari nol, mulai dari hal-hal sederhana seperti garis, lingkaran, elips hingga gambar dua dimensi dan tiga dimensi. Awalnya mereka akan belajar bagaimana membuat kotak atau kubus, lalu kemudian belajar membuat gambar bola, rumah, pemandangan dan seterusnya. Tentunya dengan langkah awal menggambar yang sederhana terlebih dahulu.

Dalam mengikuti kursus gambar yang diselenggarakan oleh berbagai sanggar, anak akan dihidupkan dengan suasana meriah dengan berbagai warna-warni yang ada dalam ruangan. Tujuannya adalah agar mereka belajar menuangkan berbagai bentuk yang ada di sekitar mereka di kanvas. Memegang kuas, pensil dan cat air merupakan hal teknis yang bisa dipelajari seiring dengan berjalannya waktu.

Untuk memahami benda tiga dimensi, hal pertama yang harus dilihat adalah bagaimana bentuk datar dari objek itu sendiri. Misalnya ketika menggambar gelas, peserta bisa melihatnya sebagai gabungan antara bentuk elips dan persegi panjang. Nanti bentuk datar tersebut lalu digabung dengan persegi panjang hingga jadilah objek gelas. Ini memang membutuhkan latihan-latihan secara konsisten bagi anak. Sebagaimana ilmu eksakta seperti matematika dan fisika, menggambar pun harus terus dilatih dengan ‘contoh-contoh soal’ berupa tugas memvisualisasikan berbagai benda. Dengan mengikuti kursus gambar dan terus berlatih, maka lama kelamaan anak akan mahir dengan sendirinya.

Agar kemampuan terus meningkat, selain benda mati perlu juga dilatih dengan menggambar benda hidup seperti hewan, manusia dan tumbuh-tumbuhan. Skalanya bisa dari yang terkecil seperti kucing, anjing, anak sekolah, guru, hingga pohon kelapa. Ketika sudah mampu, para tutor di kursus gambar bisa menugaskan mereka untuk menggambar objek hidup dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, seperti ikan arwana dengan detail coraknya, petugas rel kereta api, pohon mangga yang rimbun, dan sebagainya. Lingkungan yang digambar pun juga mulai meluas, dari ruangan dalam kelas, lalu ke halaman, kemudian ke area-area keramaian seperti kebun binatang, taman bermain, hingga masuk ke belantara hutan yang lebat.